Dalam dunia bisnis dengan tingkat persaingan yang ketat dan lingkungan yang dinamis, strategi merupakan kunci dari pencapaian keunggulan bersaing dan keberhasilan sebuah bisnis.
Pemilihan strategi merupakan fokus utama dari top manajemen. Tidak jarang perusahaan meminta bantuan konsultan top dengan biaya besar untuk merumuskan strategi. Untuk menjalankan strateginya perusahaan pun rela mengerahkan sumberdaya dan investasi yang tidak sedikit.
Berikut adalah empat pilar stategi bisnis :
- Diversifikasi Bisnis. Bagi yang baru mulai bisnis, sebaiknya tidak langsung menjalankan strategi bisnis ini. Saya sarankan lebih baik fokus terlebih dahulu pada bisnis yang sedang dibangun. Mengapa? Sebab strategi ini tergolong beresiko tinggi. Melakukan diversifikasi bisnis, berarti anda membangun sebuah produk baru untuk dilempar ke pasar (yang mungkin juga baru). Jika tidak dibarengi kesiapan yang baik, melakukan diversifikasi dapat menggoyahkan bisnis anda sebelumnya.
- Strategi menyerang. Strategi bisnis ini biasanya dijalankan untuk memperbesar tingkat penguasaan pasar. Pada strategi ini. biasanya promo besar-besaran dengan segala macam taktiknya dijalankan. Salah satu contohnya seperti menghadirkan program yang menarik bagi konsumen.
- Mengembangkan pasar. Strategi yang ini relatif lebih kalem. Karena dengan produk yang selama ini ada, pebisnis akan berupaya untuk mengeksplorasi pasar yang selama ini digarapnya agar bisa lebih maksimal. Strategi ini perlu kejelian dalam melihat pasar.
- Mengembangkan produk. Berkebalikan dengan strategi bisnis mengembangkan pasar, strategi ini melempar sebuah produk baru pada pasar yang selama ini digarap. Kelebihan strategi bisnis ini adalah karena pasarnya telah dikenali, sedang tantangannya adalah bagaimana membuat produk baru tersebut bisa diterima oleh pasar.
·
Consonance adalah kemampuan
strategi dalam memanfaatkan peluang bisnis dan mengatasi ancaman yang muncul di
masa yang akan datang. Sebagai contoh strategi pengembangan produk baru Astra
dengan memproduksi beragam jenis kendaraan keluarga, merupakan strategi yang
tepat untuk meraih peluang peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia yang
membutuhkan kendaraan keluarga yang murah dan andal.
·
Advantage adalah kemampuan strategi dalam memanfaatkan
keunggulan dan meminimalisasi kelemahan perusahaan. Sebagai contoh strategi BRI
yang tetap fokus melayani sektor UKM sangat sesuai dengan keunggulan dan
pengalaman BRI dalam kredit mikro.
·
Feasibility adalah sejauhmana implementasi strategi didukung
oleh sumberdaya (finansial, SDM, organisasi, sistem, budaya) dan kemampuan
perusahaan untuk berubah. Sebagai contoh Indosat berhasil bertransformasi dari
international carrier manjadi full network service provider karena
didukung oleh sumberdaya dan manajemen perubahan yang baik.
·
Consistency adalah sejauhmana strategi bisnis dijabarkan ke
dalam program implementasi dengan baik. Program implementasi meliputi
penurunan sasaran tingkat perusahaan ke dalam sasaran tingkat divisi,
departemen fungsional, unit kerja, sampai individu.
Strategi perusahaan juga perlu dijabarkan ke dalam
strategi fungsional, program fungsional, kegiatan unit kerja, dan kegiatan
individu. Perusahaan juga perlu menyusun program kerja yang menunjang program
stratejik, misalnya program restrukturisasi organisasi, program pengembangan
kompetensi SDM, program pengembangan sistem, dan sebagainya.Sebaik apa pun strategi yang dipilih tidak ada artinya jika implementasinya buruk. Bisa jadi strategi yang sebenarnya baik menjadi buruk jika implementasinya buruk. Strategi yang baik akhirnya dinilai dari kemampuan mencapai sasaran dan visi yang telah ditetapkan berdasarkan koridor misi dan kebijakan perusahaan.
Untuk implementasi strategi tidak cukup hanya dengan menyusun action plan dan menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan. Agar implementasi strategi dapat berjalan dengan baik, perusahaan harus melakukan perubahan aspek organisasi lainnya seperti struktur, sistem, komposisi dan kompetensi SDM, kompetensi organisasi, gaya kepemimpinan, bahkan budaya perusahaan.
“Jadi strategi yang baik tidak dapat dipisahkan dari manajemen perubahan yang baik.”
Untuk memiliki strategi yang baik selain diperlukan konseptor strategi yang baik, juga pemimpin perubahan yang efektif. Pemimpin perusahaan harus mampu berperan sebagai pemimpin perubahan. Di tingkat pelaksanaan, pemimpin perubahan perlu didukung oleh para talenta yang menjadi agen perubahan.
- Menguasai betul mengenai produk-produk yang akan Anda jual dan tahu bagaimana kwalitas produk-produk yang sejenis yang sudah ada dipasar.
- Mampu bagaimana cara-cara memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan dibandingkan pesaing lain baik pada saat pembelian (dari pemasok) ataupun setelah penjualan (kepada pelanggan) produk tersebut.
- Mengenal baik siapa-siapa saja dan dimana saja pelanggan-pelanggan yang mencari dan memerlukan produk-produk tersebut.
- Tahu persis bagaimana tingkat persaingan dipasar, dan begitu juga tahu tingkat harga-harga yang berlaku dipasaran sehingga Anda tahu pesaing-pesaing yang akan mencegah atau menghalangi pelanggan untuk membeli dari Anda.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar